Ketgam: Ketua Dekransda Muna, Hj Leomo Bachrun bersama Ketua Dekranasda Provinsi Sulawesi Tenggara, Arinta Nila Hapsari serta pengurus Dekranasda Muna dalam kegiatan Pameran Kriyanusa 2026 di JCC Jakarta. (Foto: Dok)
INSPIRASISULTRA.COM, MUNA -Lagi-lagi kerajinan tenun Masalili menunjukkan kelasnya di kancah nasional. Tenun Masalili yang ditampilkan di ajang pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 yang diselenggarakan oleh Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) di JCC Jakarta, 26-30 September, mampu menyabet juara dua untuk kategori textil diantara 427 daerah lain yang ikut menampilkan karya tenunnya di JCC.
Saat diwawancarai, Ketua Dekranasda Kabupaten Muna, Prof Dr Hj Leomo Bachrun menyampaikan rasa haru dan bangga atas prestasi yang berhasil ditorehkan oleh para pengrajin tenun Masalili di tingkat nasional.
Prestasi ini kata Hj Leomo adalah bentuk pengakuan terhadap kualitas tenun Masalili. “Alhamdulillah Tenun Masalili telah menembus pasar nasional dan kualitasnya sudah diakui,”ujarnya.
Tenun Masalili kata Hj Leomo memiliki keunikan tersendiri, dimana proses penenunannya menggunakan tehnik yang disebut tehnik Soby. “Hasil tenunannya berbeda antara motif dibagian luar kain dan bagian dalam kain,”ucapnya.
Selain dihasilkan melalui tehnik Soby, kualitas tenun Masalili juga tergambar dari perpaduan dan kombinasi motif yang indah diatas rangkaian benang yang padat.
Wanita yang juga guru besar Universitas Haluoleo ini berharap, para pengrajin tenun di Kabupaten Muna terus semangat melahirkan karya-karya tenun yang indah dan diminati pasar. Ia juga berharap, hasil kerajinan tenun ini tak hanya dipasarkan secara offlline tapi bisa dikembangkan melalui bisnis online di media internet mengikuti perkembangan pasar saat ini.
Tak hanya memamerkan tenun Masalili, Dekranasda Muna juga memamerkan kerajinan nentu dalam pameran Kriyanusa 2026. “Untuk kerajinan nentu Kabupaten Muna masuk dalam sepuluh besar,”sebutnya. Kedepannya, Dekranasda Muna akan terus memperkuat pembinaan untuk pengembangan kerajinan nentu maupun tenun. “Fokus kami kedepan, akan melakukan pembinaan kepada para pengrajin nentu dan kayu,”ucapnya.
Sebagai Ketua Dekranasda Muna, Hj Leomo menghimbau kepada seluruh masyarakat Muna untuk lebih mencintai dan menggunakan produk lokal, khususnya tenun. “Bagi para pengrajin tenun, teruslah semangat berkarya. Yang bukan pengrajin tenun, mari kita jadi pengguna dan bercerita tentang tenun,”ajaknya. (Isra/Redaksi)KK
Comment